Untuk Upload File Silahkan
Detik.com- An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
www.DanielPeterson.com (Under Construction).
Halaman Terkait:
Untuk Upload File Silahkan
Halo para juragan! bagi para juragan yang ingin share tentang ilmu akuntansi dan penerapannya serta bahas implikasi kasus mengenai akuntansi keuangan dan pajak badan dapat bergabung disini.. Kita sangat senang skali partisipasinya .. Thank’s – Peterson
PENJUALAN KONSINYASI
Penyerahan barang oleh pemilik kepada pihak lain yang bertindak sebagai agen penjual, tetapi hak atas barang tersebut tetap berada di tangan pemilik sampai barang tersebut dijual oleh agen penjual.
Konsinyor (Consignor)
Pihak yang memiliki barang.
Konsinyi (Consignee)
Pihak yang mengusahakan penjualan barang.
Alasan Konsinyor
1. Memungkinkan produsen memperoleh daerah pemasaran yang lebih luas, terutama : barang baru, barang mahal, harga berfluktuasi
2. Memperoleh spesialis penjualan
3. Harga jual eceran dapat dikendalikan
Alasan Konsinyi
1. Terlepas dari resiko kegagalan penjualan barang
2. Resiko kerusakan fisik dan fluktuasi harga dapat dihindari
3. Kebutuhan modal kerja berkurang
Kontrak Kerja (Hak & Kewajiban Konsinyi)
Hak Konsinyi :
1. Berhak memperoleh penggantian biaya dan imbalan penjualan
2. Berhak menawarkan garansi atas barang tersebut
Kewajiban Konsinyi :
1. Harus melindungi barang konsinyasi
2. Harus menjual barang konsinyasi
3. Harus memisahkan secara fisik barang konsinyasi dengan barang dagangan lainnya
4. Mengirimkan laporan berkala mengenai kemajuan penjualan barang konsinyasi
Akuntansi Konsinyasi
1. Transaksi konsinyasi harus diikthisarkan terpisah dan laba atas masing-masing konsinyasi harus dihitung terpisah dari laba penjualan reguler
2. Transaksi konsinyasi harus disatukan dengan transaksi lain
Akuntansi untuk Konsinyasi yang telah selesai :
Pihak Konsinyi (PT.Z) :
Transaksi Laba Terpisah Laba Disatukan
06/06/X0 :
Pengiriman 10 unit brg dengan harga pokok Rp. 50.000/unit. Memo : diterimanya 10
unit barang Memo : diterimanya 10
unit barang
06/06/X0:
Biaya angkut ke konsinyi Rp. 60.000
06/06 s/d 20/07/X0 :
Biaya Angkut konsinyi ke konsumen Rp. 25.000 Kons.Masuk-PT.X Rp.25
Kas Rp. 25 PT. X Rp.25
Kas Rp. 25
06/06 s/d 20/07/X0 :
Penjualan 10 unit barang @ Rp. 85.000 dengan komisi 20% Kas Rp. 850
Kons. Masuk-X Rp.850 Kas Rp.850
Penjualan Rp. 850
Pembelian Rp. 680
PT. X Rp. 680
20/07/X0 :
Komisi penjualan (20% dari Rp. 850.000) Kons.Masuk-X Rp.170
Kom.Penj.Kons.Rp.170
20/07/X0 :
Pengiriman uang hasil penjualan ke konsinyor Kons.Masuk-X Rp.655
Kas Rp.655 PT. X Rp. 655
Kas Rp. 655
Pihak Konsinyor (PT. X) :
Transaksi Laba Terpisah Laba Disatukan
06/06/X0 :
Pengiriman 10 unit brg dengan harga pokok Rp. 50.000/unit. Kons.Kel-PT.Z Rp.500
Peng.kons. Rp.500 Memo : dikirimkan 10
unit barang dng
HJ Rp. 85, kom.
20%
06/06/X0:
Biaya angkut ke konsinyi Rp. 60.000 Kons.Kel-PT.Z Rp. 60
Bi. Angkut Rp. 60
06/06 s/d 20/07/X0 :
Biaya Angkut konsinyi ke konsumen Rp. 25.000
06/06 s/d 20/07/X0 :
Penjualan 10 unit barang @ Rp. 85.000 dengan komisi 20%
20/07/X0 :
Komisi penjualan (20% dari Rp. 850.000)
20/07/X0 :
Pengiriman uang hasil penjualan ke konsinyor Kas Rp.655
Kons.Kel.-PT.ZRp.195
Kons.Kel-PT.Z Rp. 850
Kons.Kel-PT.Z Rp. 95
Laba Kons. Rp. 95 Kas Rp. 655
PengangkutanRp. 25
Komisi Rp. 170
Penjualan Rp. 850
Akuntansi untuk Konsinyasi yang tidak selesai :
Pihak Konsinyi (PT.Z) :
Transaksi Laba Terpisah Laba Disatukan
06/06/X0 :
Pengiriman 10 unit brg dengan harga pokok Rp. 50.000/unit. Memo : diterimanya 10
unit barang Memo : diterimanya 10
unit barang
06/06/X0:
Biaya angkut ke konsinyi Rp. 60.000
06/06 s/d 30/06/X0 :
Biaya Angkut konsinyi ke konsumen Rp. 25.000 Kons.Masuk-PT.X Rp.25
Kas Rp. 25 PT. X Rp.25
Kas Rp. 25
06/06 s/d 30/06/X0 :
Penjualan 6 unit barang @ Rp. 85.000 dengan komisi 20% Kas Rp. 510
Kons. Masuk-X Rp.510 Kas Rp.510
Penjualan Rp. 510
Pembelian Rp. 408
PT. X Rp. 408
30/06/X0 :
Komisi penjualan (20% dari Rp. 510.000) Kons.Masuk-X Rp.102
Kom.Penj.Kons.Rp.102
30/06/X0 :
Pengiriman uang hasil penjualan ke konsinyor Kons.Masuk-X Rp.383
Kas Rp.383 PT. X Rp. 383
Kas Rp. 383
Pihak Konsinyor (PT. X) :
Transaksi Laba Terpisah Laba Disatukan
06/06/X0 :
Pengiriman 10 unit brg dengan harga pokok Rp. 50.000/unit. Kons.Kel-PT.Z Rp.500
Peng.kons. Rp.500 Memo : dikirimkan 10
unit barang dng
HJ Rp. 85, kom.
20%
06/06/X0:
Biaya angkut ke konsinyi Rp. 60.000 Kons.Kel-PT.Z Rp. 60
Bi. Angkut Rp. 60
06/06 s/d 30/06/X0 :
Biaya Angkut konsinyi ke konsumen Rp. 25.000
06/06 s/d 30/06/X0 :
Penjualan 6 unit barang @ Rp. 85.000 dengan komisi 20%
30/06/X0 :
Komisi penjualan (20% dari Rp. 510.000)
30/06/X0 :
Pengiriman uang hasil penjualan ke konsinyor Kas Rp.383
Kons.Kel.-PT.ZRp.127
Kons.Kel-PT.Z Rp. 510
Kons.Kel-PT.Z Rp. 57
Laba Kons. Rp. 57 Kas Rp. 383
PengangkutanRp. 15
Komisi Rp. 102
Brg. Kons. Rp. 10
Penjualan Rp. 510
Brg.Kons. Rp. 224
L/R Rp.200
Bi. Angkut Rp. 24
Perhitungan Pembebanan Biaya :
Total Bi. 6 Unit Bi. 4 Unit
Biaya Konsinyor :
HPP Konsinyasi
Angkutan ke konsinyi
Biaya Konsinyi :
Biaya angkut
Komisi
Rp. 500.000
Rp. 60.000
Rp. 25.000
Rp. 102.000
Rp. 300.000
Rp. 36.000
Rp. 15.000
Rp. 102.000
Rp. 200.000
Rp. 24.000
Rp. 10.000
Total : Rp. 687.000 Rp. 453.000 Rp. 234.000
Perkiraan Rekening Konsinyasi Keluar PT. Z :
06/06 Pengiriman
06/06 Pengangkutan
30/06 Bi. angkut Rp. 25
Komisi Rp.102
30/06 Laba Rp. 500.000
Rp. 60.000
Rp. 127.000
Rp. 57.000 30/06 penjualan 6 unit
30/06 HPP 4unit Rp.200
Angkutan Rp. 24
Bi.Angkut Rp. 10 Rp. 510.000
Rp. 234.000
Rp. 744.000 Rp. 744.000
01/07 Saldo HPP 4 unit Rp. 234.000
Sistem Hedging
Hedging atau lindung nilai adalah merupakan suatu mekanisme yang dilaksanakan di Bursa Berjangka dengan membuka suatu kontrak beli atau jual atas suatu komoditi yang sama dengan komoditi yang akan diperdagangkan di pasar fisik.
Hedging ini bertujuan untuk Memperkecil atau menghilangkan resiko kerugian atas ketidakpastian harga yang mungkin terjadi pada saat transaksi di pasar fisik nantinya,. Jadi dengan melakukan hedging kerugian yang terjadi akan ditutupi oleh keuntungan yang diperoleh atas transaksi yang dilakukan di bursa berjangka.
Para pelaku hedging ini biasa disebut hedger, yang terdiri atas hedger pembeli (hedge long) dan hedger penjual (hedge short).
• Hedger Pembeli umumnya berencana akan membeli komoditas di pasar fisik di masa yang akan datang untuk melindungi transaksinya dari fluktuasi. Hedger pembeli biasa nya dilakukan oleh kalangan eksportir, prosesor, pengguna bahan baku seperti pabrik, dan sebagainya.
• Hedger Penjual atau hedge short adalah hedger yang akan menjual komoditas tertentu di pasar fisik di masa yang akan datang. Untuk melindungi harga penjualan komoditasnya, hedger akan membuka kontrak berjangka sekarang dengan posisi short (jual). Selling hedge biasanya dilakukan oleh para produsen, terutama para petani, dengan tujuan untuk melindungi dari kemungkinan penurunan harga komoditas pada waktu panen.
Banyak pihak yang sebenarnya bisa memperoleh manfaat dari transaksi hedging ini, yakni para produsen komoditas, petani, pengusaha, konsumen, investor, juga bursa berjangka serta pialang berjangka bila jenis transaksi tersebut digiatkan. Dan di Indonesia sendiri sebagai salah satu negara komoditas utama di dunia sangat berpotensi untuk mengembangkan lebih jauh pasar berjangka dengan salah satu manfaatnya dilakukan transaksi lindung nilai fluktuasi harga komoditas.(Daniel Peterson).
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Apa itu Laporan Keuangan Konsolidasi?, Kapan diperlukan? Metode / Pendekatan/Approach apa saja yang biasa dipakai?, Bagaimana prosedurnya?. Mulai posting ini sampai beberapa posting ke depan saya akan membahas mengenai LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI, mulai dari konsepnya, metode-metodenya, prosedurnya, tentu saja akan disertai oleh contoh-contoh kasus, tidak ketinggalan kajian perpajakan terkait dengan perusahaan induk (parent company) dan anak (subsidiary) atau cabang, serta perwakilan (representative). Oh ya, di akhir serie nanti saya juga akan bagikan kepada anda worksheet laporan keuangan konsolidasi, berupa template laporan keuangan konsolidasi, jika diperlukan. Layaknya template, tentu sudah ada formula di dalamnya.
Laporan Keuangan Konsolidasi termasuk “advance financial accounting” topic.
Bagi rekan-rekan yang belum pernah menangani laporan keuangan konsolidasi, dan ingin mengingat-ingat kembali topic yang pernah di ajarkan di Akuntansi Keuangan Lanjutan pada akhir-akhir semester perkuliahan dahulu. Jangan khawatir, kita akan mulai dari konsep dasarnya sekali. Dan pelan-pen nanti akan kita tingkatkan ke bagian-bagian yang lebih mendalam seiring dengan tingkat pemahaman kita.
Bagi rekan-rekan yang sedang (sudah pernah) menangani laporan keuangan konsolidasi, mungkin tidak ada salahnya untuk mengikuti pembahasan awalnya juga. Siapa tahu ada bagian tertentu yang anda tinggalkan, atau bahkan mungkin ada bagian dari pembahasan awal ini yang bisa membuka sumbat yang selama ini mengganjal pemahaman (penguasaan) anda di dalam membuat laporan keuangan konsolidasi.
Okay, enough with talks, kita mulai ke topic-nya….
Gambaran Umum Laporan Keuangan Konsolidasi
Definisi Umum
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan – akan entitas – entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.
Dari difinisi umum diatas, dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Otherwise, laporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan.
Artinya; jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. So, there is no point to construct a consolidated financial statement.
Catatan: Wujud concrete dari “hak kendali yang lebih” disini adalah adanya kepemilikan saham beredar yang mayoritas (lebih banyak) dibandingkan perusahaan yang lainnya.
Tujuan laporan keuangan konsolidasi
Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain.
Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
[-].Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.
[-].Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.
Perlu disadari; Disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang tidak baik, antara lain:
[-]. Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.
[-]. Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.
[-]. Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.
[-]. Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang
[-]. Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.
Gambaran Umum Proses Konsolidasi
Sebagai informasi awal saja, secara umum prosedur dan proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut:
Laporan keuangan terpisah (dari dua entity atau lebih) digabungkan atau ditambahkan bersama-sama, setelah beberapa penyesuaian dan eliminasi, untuk menghasilkan laporan keuangan konsolidasi. Penyesuaian dan eliminasi tersebut terkait dengan transaksi dan kepemilkan antar perusahaan.
Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%.